Kunang-kunang 🍁


Aku si pecandu rindu, memungut sepotong klise dibalik pesona senja lantas menikmatinya pada kesunyian malam. Tidak dengan secangkir kopi, pun dengan hiburan layar mini. Namun pada sinar lima watt yang dikelilingi kunang-kunang penawar rindu. 

Dia sampaikan jika kau tiada karna aku yang selalu ada. Kau pergi karna aku yang selalu datang. 

Duhai kunang-kunang pelipur lara, bukankah sudah kukatakan jika aku sungguh mencintainya? Dan kini sangat merindukannya? Lantas mengapa dia berlalu tanpa kata? Bukankah aku hanya merindu bukan merusuh?

Rantauprapat, ketika menunggu 1/3 malam.




-R-

Komentar

  1. Semoga saja sang kunang-kunang menyampaikan rasa rindu mbak ke si dia yang kini berlalu tanpa kata. Kunag-kunang yang indah dan mewarnai malam..

    BalasHapus
  2. how sweet this poetry babe
    kata orang, rasa kangen itu pasti terbalas gatau kalau cinta, tapi pastinya sekilas dia ingat kamu yang kangen dia :) gitu sih katanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benarkah? Seneng banget dengernya... 😊😊😊😊

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHINGU 💕

Rahasia di Jogja