QUIT !

Hai hai Blogger, selamat hari rabu ya... semoga hari ini cepat berlalu deh ya, soalnya saya merasa bosan dan jenuh di sini, dikarenakan cuacanya yang mendung, jadi bawaannya pengen tarik selimut dan mulailah bobok cantik hihihi...

Kali ini saya mau cerita tentang Resign deh ya, soalnya saya kepikiran  nih 'Gimana ya kalo saya berhenti aja dari pekerjaanku?' Hah pikiran ini sebenarnya udah lama banget menetap di otak, tapi slalu saja gagal dan gagal berhenti, saya slalu bertahan dan terus bertahan.

Banyak sekali alasan yang membuat seorang karyawan pada akhirnya mengundurkan diri dari perusahaannya. Alasan yang umum sih, karena mendapatkan pekerjaan baru yang (pastinya) lebih menarik dari pekerjaan yang sekarang, entah itu karna gajinya lebih besar, kesejahteraannya lebih terjamin, lebih dekat dari rumah, dan sebagainya. kalo untuk alasan itu sih nggak terlalu bikin 'Beban di hati' ya, karena begitu keluar, kita mendapat ganti yang baru. Yang kadang menjadi permasalahan adalah jika kita harus resign, padahal belum dapat ganti pekerjaan yang baru. Nah loh!

Seperti halnya saya, anda pun sebaiknya berpikir dan merenung dahulu sebelum ambiil keputusan. Pikirkan baik-baik, apa sebenarnya permasalahan anda, apa yang membuat anda  ingin resign. Tanyakan pada hati anda, pikirkan juga baik burunya kalo resign, apa yang akan anda hadapi ketika sudah resign, termasuk cemoohan dan tatapan iba orang-orang sekitar anda terhadap status pengangguran anda nantinya (ini serius harus di pertimbangkan). Apakah anda sudah siap atau belum? tanyakan pada hati anda.

Jika anda masih belum yakin juga. cobalah ambil selembar kertas kosong, bagilah kertas tersebut menjadi dua bagian horisontal kiri dan kanan. Kemudian tuliskanlah pada sisi sebelah kiri : hal-hal yang memb uat anda harus bertahan, kemudian sebelah kanan : hal-hal yang membuat anda harus keluar. Untuk mengisinya, anda harus jujur ya! :)

Saya dan juga anda, mungkin pernah membohongi diri sendiri, sadar atau tidak. Terutama jika anda mengucapkan kaliman-kalimat seperti ini ketika ada temen anda yang bertanya : "kamu betah gak kerja di situ?"
- "Yah, dibetah-betahin aja lah... hehe"
- " Gak betah banget! kerjanya capek, gajinya dikit, bosnya jugak galak (dan keluhan-keluhan lain)"... tapi anda tetep Keukeuhh aja kerja di situ, tetep aja bertahan... capek deh... *Saya juga gitu sih... hihihi*
- "Gak betah sih, tapi gimana lagi, aku udah tua, udah gak laku kalo mau ngelamar di tempat lain.. " ohh betapa menyedihkannya hidupmu, mbak.. *Prihatin* itulah yang saya rasakan sih.. hihi..

Okelah, anda bisa bersikeras untuk tetap bertahan pada pekerjaan yang sebenarnya suda tidak cocok lagi untuk anda, tapi tanda-tanda fisik berikut ini tetap gak bisa anda sembunyikan lho! Menurut beberapa Artikel yang saya baca, tanta-tanda bahwa anda stress berat serta depresi akibat pekerjaan antara lain :

Mengeluh Setiap Saat
Bisa dibilang saya mengeluh setiap detik! dikit-dikit ngeluh, parahnya lagi, kadang saya duka lepas kontrol nguluh di sosial media. Malu-maluin banget ya.. kalo kita kebanyak ngeluh lama-lama di jauhi sama temen dekat lo, Jadi ati-ati aja, karna mengeluh bikin aura kita negatif banget.
Males Tingkat Dewa
Rasa malas kalo sekali dua kali malas berangkat kerja sih masih wajar, tapi kalo setiap bangun tidur anda merasakan malas yang luar biasa tiap mau berangkat kerja, bisa jadi ini karna anda memang gak cocok sama pekerjaan anda sekarang.. trus gimana dong? Apa saya harus resign juga?
Jawabannya : tanya hati anda. gak usah terburu2 memutuskan. Saya sendiri harus melewati 8 tahun masa kegalauan sebelum akhirnya masih menetap disini. It's okay, anda yang paling tahu keadaan anda sendiri. Yang jelas, jangan sampai anda menyesal nantinya. Percaya saja kalo rejeki itu sudah ada yang mengatur asal kita mau berusaha dengan tekun. Apapun keputusan and nantinya, pasti itu yang terbaik. Udah kayak motivator aja nih ngomongnya...

Satu hal yang harus anda pahami benar, bahwa bekerja itu haruslah dengan hati, dengan cinta. Karena kalo sudah cinta, pasti kita akan bisa bekerja dengan ikhlas. Apalah artinya kerja di tempat keren dan gaji banyak tapi di dalam hati anda menangis? sudah, Resign sajalah...

Penting diingat : anda bergabung dengan perusahaan secara baik-baik, jadi ketika anda keluar, usahakan secara baik-baik juga, Buatlah surat pengunduran diri yang rapi, dengan bahasa yang sopan dan tidak menjelek2kan. Ketika anda sudah tidak lagi bekerja di tempat itupun, anda tetap harus menjaga nama baik perusahaan dan nama baik rekan kerja anda, bagaimana juga, anda pernah 'ikut cari makan' di situ. saya juga nanti bakalan resign kok. Good Luck ya! 

-R-

Komentar

  1. Wah ini cerita ini cocok sekali mbak dengan saya, saya niatnya mau Resign setelah lebaran dan membuka usaha sendiri dan itu sudah di pikirkan matang-matang dari sekarang, tapi apakah keputusan yang di ambil itu akan baik untuk ke depannya nah itulah yang jadi masalah saya mbak ...

    BalasHapus
  2. ya menurut saya kalau memang sudah tidak cocok memamng harus segera caru yang lain mbak... karena jila tetap bertahan akan membuat beban mental.. hehe salam kenak ya mbak>!

    BalasHapus
  3. Risma, artikel ini cocok banget sama keadaan gua sekarang. Gua udah delapan tahun berkecimpung di dunia kerja, dua tahun di kantor lama, dan enam tahun di kantor yang sekarang. Kantor yang sekarang memberikan kenyamanan yang oke dan penghasilan yang memadai, namun entah kenapa akhir-akhir ini semua terasa suram. Gua ditempatin di divisi baru, dan mesti beradaptasi dengan banyak hal, sampe beberapa hari belakangan ini tercetus pemikiran untuk resign. Mengeluh setiap saat dan kalo bangun pagi rasanya berat banget ngelangkahin kaki ke kantor.

    Jujur, sebenernya resign adalah pilihan paling akhir yang mesti gua ambil, tapi kok ya kayaknya itu jadi pilihan paling enak saat ini. Tapi sama kayak yang lo bilang: "pikirkan juga baik burunya kalo resign, apa yang akan anda hadapi ketika sudah resign". Pekerjaan baru belom dicari, dan gua sendiri belom siap menghadapi tantangan baru di kantor lain.

    Kurang lebih begitulah masalah gua, dan untung baca artikel ini. Gua jadi bisa lebih memilah ke arah mana hati gua berlabuh: masih di kantor lama atau tidak. Thanks sarannya tentang menulis di kertas itu.

    Duh, malah jadi curhat hehe :p

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

CHINGU 💕

Rahasia di Jogja